Movie

Migas Tiga Ipa 3 SMA 1 Lhokseumawe. Lets follow our Twitter @MIGASmansa :)

Sabtu, 06 Oktober 2012

Museum Olahraga Nasional




Yuk Liat Museum Olahraga Nasional ^^

-Muhammad Ghiffari Ryoza-




Museum Olahraga adalah museum yang berisi tentang segala macam olahraga yang berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah. Bentuk bangunan Museum Olahraga sungguh unik, yakni berbentuk bola menghadap ke arah Teater Keong Emas. Berdiri di atas tanah 1,5 hektar dengan luas bangunan 3.000 m2 , museum ini bertujuan memberikan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya olah raga bagi kesehatan badan.

Lobby lantai dasar menampilkan motto yang mencerminkan nilai hakiki olahraga, antara lain sportivitas dan perjuangan. Pameran meliputi sejarah olahraga antarbangsa, menampilkan perjuangan bangsa Indonesia dalam mengikuti kegiatan olahraga di dunia internasional, seperti Olimpiade Helsinki dan Asian Games; tokoh olahraga, menampilkan para pejuang olahraga yang telah mengharumkan nama bangsa di bidang keolahragaan dan para tokoh yang berkecimpung dalam bidang olahraga; sejarah olahraga nasional, menampilkan sejarah berdirinya stadion pertama Indonesia dan pelaksanaan PON I tahun 1948 di Solo; serta keberhasilan tim Everest, menampilkan perjuangan Tim Kopassus dalam menaklukkan Gunung Himalaya dan Tim Dewaruci yang menampilkan maket kapal Dewaruci.

Lantai dua terdiri atas ruang pamer olahraga berprestasi, menampilkan pelbagai alat olahraga dan penghargaan berupa medali dan piala para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia; permainan tradisional, menampilkan sejumlah alat permainan tradisional dari berbagai provinsi; serta Pekan Olah Raga Nasional (PON), menampilkan berbagai hal mengenai PON-I sampai dengan PON-9, dan alat perwasitan.

Lantai tiga terdiri atas ruang pamer diorama yang menampilkan permainan tradisional dari berbagai provinsi dalam bentuk lukisan dan patung dengan ukuran sebenarnya, antara lain lompat batu dari Pulau Nias, pasola dari Nusa Tenggara Timur, karapan sapi dari Madura, dan dayung berdiri dari Papua.

Selain itu, museum juga memaparkan sejarah singkat olahraga nasional, antara lain anggar, atletik, bulutangkis, panahan, pencak silat, sepakbola, tenis lapangan, dan bola voli.

Fasilitas pendukung berupa auditorium, ruang serba guna, ruang fitnes, lapangan tenis, dan kantin dapat dimanfaatkan masyarakat umum. Setiap Minggu pagi pengunjung dapat mengikuti senam ‘aerobic bersama’ dalam program Minggu Ria di halaman museum.

 Museum olah raga diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 April 1989, bertepatan dengan HUT TMII ke-14. Bangunan museum berbentuk bola, menghadap ke arah Teater Keong Emas, berdiri di atas tanah seluas 1,5 ha dengan luas bangunan 3.000 m2.

Lobby lantai dasar menampilkan motto yang mencerminkan nilai hakiki olahraga, antara lain sportivitas dan perjuangan. Adapun pameran meliputi sejarah olahraga antar bangsa, menampilkan perjuangan bangsa Indonesia dalam mengikuti kegiatan olahraga di dunia internasional, seperti Olimpiade Helsinki dan Asian Games, tokoh olahraga, menampilkan para pejuang olahraga yang telah mengharumkan nama bangsa di bidang olahraga dan para tokoh yang berkecimpung di bidang olahraga, sejarah olahraga nasional, menampilkan sejarah berdirinya stadion pertama di Indonesia dan pelaksanaan PON I tahun 1948 di Sala, serta keberhasilan tim Everest, menampilkan perjuangan Tim Kopassus dalam menaklukkan Gunung Himalaya dan tim Dewaruci yang menampilkan maket kapal Dewaruci.

 Lantai dua terdiri atas ruang pamer olahraga berprestasi, menampilkan pelbagai alat olahraga dan penghargaan berupa medali dan piala para atlit yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia, permainan tradisional, menampilkan sejumlah alat permainan tradisional dari berbagai provinsi, serta PON, dari yang pertama sampai PON-9, serta alat perwasitan yang digunakan oleh Soewandito.

Lantai tiga terdiri atasruang pamer diorama yang menampilkan permainan tradisional dari berbagai provinsi dalam bentuk lukisan dan patung dengan ukuran sebenarnya, antara lain loncat batu dari Pulau Nias, Pasola dari Nusa Tenggara Timur, Karapan Sapi dari Madura, dan Duyung dari Irian Jaya. Di samping itu, museum juga memaparkan sejarah singkat olahraga tradisional, antara lain anggar, atletik, bulu tangkis, panahan, pencak silat, sepak bola, tennis lapangan dan bola voli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar