Movie

Migas Tiga Ipa 3 SMA 1 Lhokseumawe. Lets follow our Twitter @MIGASmansa :)

Rabu, 24 Oktober 2012

CERITA MOTIVASI


WORTEL, KOPI  DAN TELUR





-Meutuwah Ridhana-
 
      Seorang anak mengeluh kepada ayahnya mengenai kehidupannya. Ayahnya, yang seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih, ia menaruh wortel, telur dan kopi bubuk di setiap panic yang berbeda. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.ia menyisihkan wortel, telur dan kipo di mangkuk yang berbeda.
“Apa yang kau lihat nak?” sang ayah bertanya kepada anaknya.  “wortel, kopi dan telur” jawab si anak. Ayahnya lalu memintanya merasakan wortel itu. ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya meminta ia untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “apa arti semua ini ayah?” Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing dari mereka menunjukkan reaksi yang berbeda. Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah, cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.
“kamu teramsuk yang mana? Ketika kesulitan menghadapimu, bagaimana kamu menghadapinya? Apakah kamu wortel, yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya kesulitan kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu. Apakah kamu adalah telur? Yang awalnya memiliki hati yang lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kesulitan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatannya sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dank eras dengan jiwa dan hati yang kaku? Ataukah kamu bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi akan terasa semakin nikmat. Jika kamu adalah bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik”.

Semoga bermanfaat ^^


Sumber  : lks sejarah kelas XI program IPA semester 1



Tidak ada komentar:

Posting Komentar