Movie

Migas Tiga Ipa 3 SMA 1 Lhokseumawe. Lets follow our Twitter @MIGASmansa :)

Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Oktober 2012

Siapakah Peraih Ballon D'Or ?

~Muhark


»Daftar 23 Nominator Ballon D'Or« 

1. Sergio Agüero (Argentina/Manchester City)

2. Mario Balotelli (Italia/Manchester City)

Senin, 29 Oktober 2012

Cristiano Ronaldo tak Henti Catat Rekor

Muhark

-
Jayz-7|Catatan rekor tak hentinya dicatatkan Cristiano Ronaldo. Dua gol ke gawang Real

Sabtu, 27 Oktober 2012

sepatu futsal nike CTR360




-Dian Noer Pratama-Sepatu futsal nike CTR 360 adalah sepatu yang cocok untuk lapangan indoor. Kelebihan pada sepatu futsal nike CTR360 adalah sepatu dengan control yang tinggi, sepatu dengan passing yang baik sehingga menimbulkan tendangan yang akurat, ujug sepatu dilapisi dengan kulit semu, alas kaki yang lebih nyaman mengurangi getaran dan alas kaki yang ditingkatkan dalam merekat permukaan.
Sepatu futsal nike selalu meluncurkan sepatu futsal dengan model dan warna yang menarik. Dengan mengikuti perkembangan jaman, nike selalu menjadi pilihan pemain pamein futsal. Sepatu futsal nike CTR 360 termasuk produck best seller dipasar. Seperti pada sepatu futsal nike elastiko, hadir dengan tampilan warna yang menarik, seperti hijau, abu-abu, dan merah. Anda dapat memilih jenis sepatu yang cocok dilapangan, tidak hanya dilapngan tetapi juga pada kaki. Sepatu futsal nike elastico kw biasanya lebih murah, karena kualitasnya dibawah sepatu futsal yang Asli. Biasanya pada sepatu futsal nike elastiko bentuknya kurang sikron.


Rabu, 17 Oktober 2012

Marcelo Cedera, Dokter Nistelrooy & CR7 Turun Tangan

-Muhar Kurniawan

RMCFIFC | Agar pulih lebih cepat, Marcelo akan jalani operasi di Belanda. Bek Real Madrid, Marcelo, akan segera diterbangkan ke Amsterdam untuk menjalani operasi setelah mengalami retak tulang telapak kaki. Pengobatan ini diharapkan bisa

Sabtu, 13 Oktober 2012

Akhir Kisah Sang Legenda, Michael Schumacer

 -Muhammad Ghiffari Ryoza-

Untuk kali kedua, Michael Schumacher memutuskan pensiun dari arena balap. Apakah keputusannya itu sudah tepat, atau akan ada lagi momen comeback untuk kali ketiga?

Hmm, jika melihat usianya saat ini yang sudah menginjak 43 tahun, keputusan Schumi kali ini nampaknya bakal jadi keputusan final.  Kali ini, Schumi sepertinya bakal benar-benar menikmati sisa hidupnya sebagai salah satu legenda hidup Formula One (F1).



Menilik momen comebacknya pada 2010, Schumi sebenarnya dalam kondisi tidak cukup siap bersaing di arena balap. Di pertengahan musim 2009, Schumi gagal mengisi kokpit Ferrari –menggantikan Felipe Massa yang cedera- karena mengalami masalah pada lehernya.

Namun, karena tekad yang kuat plus dorongan  semangat dari keluarga dan rekan, Schumi akhirnya benar-benar kembali ke lintasan     F1 setelah absen tiga tahun menyusul pengumumannya pensiun usai jadi runner-up F1 2006 bersama Ferrari.

Motivasi Schumi kembali ke lintasan pun banyak menimbulkan spekulasi. Banyak kalangan menilai, kembalinya Schumi ke lintasan tak lebih hanya untuk meningkatkan pamor F1 yang kala itu tengah lesu lantaran dianggap menyajikan balapan yang monoton (kurang kompetitif).

Selain hal itu, sorotan lain tertuju pada tim yang dibelanya, MercedesGP. Tim yang berbasis di Jerman ini diketahui merupakan tim baru di F1, setelah mengakuisisi saham Brawn GP yang berstatus juara dunia pada 2009.

Keputusan Mercedes bersama tim prinsipalnya, Ross Brawn –mantan bos Brawn GP- merekrut Schumi dituding hanya untuk meningkatkan pamor Mercedes sebagai tim baru, dan agar diperhitungkan oleh tim-tim besar.Sementara bagi Schumi, keputusannya kembali turun gunung diyakini hanya sebatas untuk materi. Sudah menjadi rahasia umum, Schumi mendapat bayaran tinggi di Mercedes, yakni 20 juta pounds per tahun.

Tudingan sejumlah analis itupun perlahan mulai terbukti. Schumi terlihat cukup mampu mendongkrak animo pecinta F1 untuk kembali datang ke lintasan. Kebanyakan dari mereka tentunya ingin melihat aksi Schumi yang notabene merupakan pembalap fenomenal pada era kejayaannya di awal 2000an.



Namun, ekspektasi tinggi yang ada di kepala para pendukungnya perlahan meredup. Boleh-lah, pada awal-awal musim Schumi mampu menunjukkan diri bahwa ‘ilmunya’ belum luntur. Sebagai veteran, dia mampu menyaingi para pembalap muda. Di balapan pertamanya, Schumi sukses finis di urutan enam GP Bahrain.

Namun, setelah itu Schumi menunjukkan performa angin-anginan. Alhasil, musim perdanannya berakhir kurang maksimal, di mana dirinya hanya mampu menempati posisi 9 klasemen akhir. Catatannya, tanpa sekalipun naik podium (tiga kali finis keempat jadi raihan terbaiknya).

Meski gagal sekalipun naik podium, namun banyak kalangan cukup maklum. Mereka menilai, Schumi masih butuh adaptasi. Di musim kedua akan jadi pembuktian sebenarnya sang maestro lintasan.

Namun, Schumi ternyata tak mampu mewujudkan ekspektasi itu. Di musim keduanya, Schumi memang sukses memperbaiki posisinya di klasemen akhir, yakni naik satu strip ke posisi delapan. Namun, dia kembali tak sekali pun mampu berdiri di podium.

Dari sini, isu pemecatan Schumi selentingan mulai berembus. Mercedes kabarnya mulai gerah dan berniat mencari pembalap muda potensial untuk mendampingi Nico Rosberg. Namun, karena belum mendapatkan kandidat yang tepat, Mercedes akhirnya memberikan kesempatan terakhir kepada Schumacher.

Dari total 14 seri yang dijalaninya musim ini, Schumi hanya mampu melakoni tujuh balapan, sementara tujuh lainnya harus retired, meski semua itu tidak sepenuhnya kesalahannya. Dari tujuh seri balap itu, Schumi mampu mencatatkan hasil terbaiknya dengan naik podium tiga pada GP Eropa.


Makna Model Rambut Ronaldo

-Muhar kurniawan
Liputan6.com, Madrid: Potongan rambut menunjukkan siapa Anda sebenarnya. Begitu pula dengan bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo yang membuat kejutan dengan penampilan model rambut yang unik saat bermain melawan Barcelona di Camp Nou. Potongan rambut tepatnya di atas telinganya dihiasi goresan berbentuk "V".

Rabu, 10 Oktober 2012

Higuain: “Messi dan CR7 Sama-sama Monster, Sulit Dipilih”

-Muhar Kurniawan

Penyerang Gonzalo Higuain dan gelandang Angel Di Maria bergabung bersama para pemain lainnya di timnas Argentina. Tim Tango bersiap melakoni dua laga kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Amerika Selatan. Itu berarti, mereka akan bersua lagi dengan Lionel Messi setelah main imbang 2-2 dalam pertandingan el Clasico di Camp Nou akhir pekan lalu.
Higuain angkat bicara seputar penampilan dua superstar sepakbola dunia, Messi dan Cristiano Ronaldo. Yang pertama disebut adalah rekan setimnas El Pipita, sedangkan yang kedua adalah rekan setim Higuain di Real Madrid. 
Menurut Higuain, CR7 dan Messi adalah sama-sama bintang besar. Kedua pemain ini, kata Higuain, tidak bisa dipilih.

“Aku punya hal yang istimewa dimana aku bisa berada satu tim dengan Messi dan Cristiano. Aku benci bila harus membandingkan kedua pemain ini. Mereka berdua telah menampilkan performa yang hebat sehingga pantas dilabeli pemain terbaik dunia,” kata Higuain dalam sebuah wawancara dengan ‘Radio Metro’.

Higuain menambahkan, “Messi dan Cristiano adalah dua monster, aku tidak bisa memilih di antara keduanya.” Argentina akan melawan tim tamu Uruguay pada Sabtu (13/10) pagi WIB dan tuan rumah Chile pada 3 hari berikutnya.

Cetak Hattrick, Ronnie Malah Menangis

GOAL.com Indonesia
OLEH
AHMAD SYAUQI
 
Ronaldinho - Atletico-MG x Figueirense
Ronaldinho saat mencetak hat-trick melawan Figueirense dalam lanjutan Liga Brasil
Setiap gol yang dicetak pesepak bola biasanya diiringi dengan selebrasi kegembiraan. Namun hal lain ditunjukkan Ronaldinho. Mantan bintang timnas Brasil ini malah menunjukkan ekspresi murung usai mencetak gol. 

Ronaldinho menjadi bintang kemenangan lewat hattrick yang dilesakkannya saat membantu Atletico Mineiro menghancurkan Figueirense, 6-0, Ahad (7/10) WIB.

Gol pertama hadir pada menit ke-12. Sepakan Ronaldinho dari jarak 25 meter melesar ke pojok atas gawang tanpa mampu dijangkau kiper lawan. Gol kedua mantan pemain Barcelona ini terjadi pada menit ke-32. Proses lahirnya gol tidak kalahnya indahnya dibanding gol pertama.

Dari jarak 20 meter, Ronaldinho menyepak bola menyusuri tanah hingga melesak di pojok kiri bawah gawang. Pemain berusia 32 tahun ini melengkapi tiga golnya setelah menunaikan tugasnya dengan baik saat menjadi algojo penalti pada menit ke-63.

Yang aneh, usai melesakkan gol pertama, Ronaldinho langsung berlutut dan meneteskan air mata. Ia seolah larut dalam kesedihan dan tidak bisa melakukan selebrasi dengan berlari kecil ke pojok lapangan seperti biasanya.

Usut punya usut, oleh media Brasil, pemain berjuluk R10 ini dikabarkan masih belum bisa menerima kepergian ayah tirinya. Seperti dikabarkan, ayah tiri Ronaldinho meninggal pada Jumat akibat serangan jantung.Sumber : Republika.co.id

CR7 Berpeluang Pecahkan Rekor Raul

-Muhar Kurniawan
Urusan mencetak gol, bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo tak perlu diragukan kemampuannya. Sejak memutuskan hengkang dari manchester United, penyerang asal Portugal ini makin produktif. Saat memperkuat 'Red Devil', Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro berhasil membukukan 118 gol dalam 292 penampilan sepanjang 6 musim.Kini, memasuki musim keempat berseragam 'Los Blancos', Ronaldo mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak urutan ke-9 dalam sejarah klub, dengan torehan 160 gol dalam 155 laga. 

Dengan demikian, koleksinya bersama 'El Real' sudah separuh dari Raul Gonzales yang merupakan pencetak gol terbanyak, 323 gol, dalam kurun 16 musim. Berdasarkan data statistik yang dinukil dari Marca, Ronaldo berpeluang memecahkan rekor legenda Madrid yang kini bermain di Qatar bersama Al Sadd, dalam waktu kurang dari 16 musim.Metode penghitungan sederhananya, CR7 mencetak 54 gol per musim. Jika ia tetap bertahan hingga durasi kontrak enam tahunnya berakhir, maka striker asal Portugal itu, membukukan 292 gol.

Selisih 31 gol dengan Raul, diyakini akan dilampaui pada musim berikutnya, jika pemain yang mengawali karier profesionalnya bersama Sporting Lisbon, tahun 2002 silam.

FIFA 13 Blackbox Repack - 3.6 GB

GOAL.com Indonesia
OLEH
AHMAD SYAUQI


 

Selasa, 09 Oktober 2012

Mungkinkah Ricardo Kaka Bisa (?)

-Muhar Kurniawan

Kaka Bahagia Diberi Kesempatan Kedua, Kaka mulai dipercaya di Madrid dan dipanggil lagi oleh Timnas Brasil. 
VIVAbola - Kaka mengungkapkan dirinya amat senang diberikan kesempatan baru oleh Real Madrid maupun Timnas Brasil. Gelandang stylish itu pun siap kembali menyemarakkan sepakbola internasional.Setelah santer diisukan akan hengkang pada bursa transfer lalu, pemain terbaik dunia 2007 itu gagal mendapatkan tempat utama di Los Blancos pada awal musim ini. Prospeknya masuk Selecao pun menipis.


Namun, setelah mencetak hat-trick dalam laga eksebisi Santiago Bernabeu Trofy melawan klub Kolombia, Milonarios, Mano Menezes pun kembali memanggil Kaka untuk tampil melawan Irak dan Jepang pada laga persahabatan.Kabar baik terus berlanjut, Kaka pun akhirnya dipercaya Jose Mourinho untuk tampil sejak menit pertama saat Madrid melawan Ajax tengah pekan lalu.
"Ini adalah awal yang baru dan saya senang bisa kembali," ujar Kaka seperti dilansir Globo Esporte. "Saya merasa baik secara fisik maupun mental."

Senin, 08 Oktober 2012

6 Stadion Teraneh di Dunia

Dea Nadhila


6 Stadion Teraneh di Dunia


1. 
Vesturi á Eiðinum Stadium
Stadion ini digunakan untuk sepak bola di semenanjung pulau . Lokasinya di Pulau Faroe, berkapasitas 3000 orang. Yang tak kalah menarik, juga ada seorang pria di sebuah perahu selama pertandingan terjatuh ke laut saat mengumpulkan bola. wah bukanya cari aman !! T-T



2. Podium Apung Marina Bay
Stadion apung terbesar di dunia yang ada di Singapura. Seluruhnya terbuat dari baja, podium apungnya memiliki panjang 120 m, lebar 83 m, lebih besar 5% dari Stadion Sepak Bola Nasional. Bisa menahan beban seberat 1.070 ton ( sama dengan berat total 9.000 orang, 200 ton perlengkapan, dan 30 ton kendaraan militer). Sedangkan tribun stadionnya berkapasitas 30.000 orang. tetapi kok di Indonesia gak ada ya ??


3. Stadion Osaka

Stadion ini digunakan untuk baseball di Naniwaku, Osaka, Jepang. Sebelumnya Merupakan markas Nankai Hawks yang kemudian pindah ke Stadion Heiwadai tahun 1988. Sayang kemudian Stadion Osaka dikonversikan menjadi perumahan. karena tidak pernah dipakai oleh pertandingan - pertandingan sepakbola , Stadion Osaka dihancurkan tahun 1998 kemudian dibangun Shopping Center di lokasi tersebut.
wah padahal gede itu stadion ! haha !



4. Stadion Melawan Gravitasi

Hehehe nama stadionnya apa tuh, melawan gravitasi gitu. Tapi stadion ini ada. Aneh, miring gitu. Mainnya pasti repot! miring gitu !


5. Eco Stadium

Stadion ini tidak punya beton. Stadion Eco Janguito Malucelli ini ada di Curitiba, Brazil. Stadion ini terkenal karena yang pertama menjadi tahap penghijauan di Brazil. Kursi penonton diletakkan di bukit. Makanya disebut stadion Eko (baca: Ekosistem). Maksudnya stadion yang mengacu dengan ekosistem...ha4x! lucu!



6. Stadion Braga

Stadion ini sungguh aneh tapi keren.hehe.. Stadion ini ada di Braga, Portugal. Stadion ini dibangun di sebelah tambang (Monte Castro) yang menghadap ke kota Braga. Desain stadion ini terinspirasi suku Inca kuno Amerika Selatan. Proses pemindahan batu besar, menelan biaya sebesar 83,1 juta Euro. Lebih besar dari biaya pembangunan stadion untuk Euro 2004 manapun. Christiano Ronaldo pernah latihan di stadion aneh ini nggak yaaa?

Minggu, 07 Oktober 2012

Asal-Usul Kartu Merah Dan Kuning Dalam Sepakbola

Apakah penggunaan kartu merah dan kuning sudah dikenal begitu sepak bola modern muncul? 
-Muhar Kurniawan-

Mengenai pertanyaan tersebut tentu saja tidak. Kartu merah dan kuning baru diperkenalkan pada Piala Dunia 1970. Namun, inspirasinya muncul pada Piala Dunia 1966, pada perempat final antara tuan rumah Inggris dan Argentina. Wasit yang memimpin pertandingan itu berasal dari Jerman, yakni Rudolf Kreitlein.
Karena melakukan pelanggaran keras, kapten Argentina, Antonio Rattin, dikeluarkan oleh Kreitlein. Namun, Rattin tak paham apa maksud wasit asal Jerman itu. Dia pun tak segera meninggalkan lapangan.
Wasit Inggris yang ikut bertugas di pertandingan itu, Ken Aston, kemudian masuk ke lapangan. Dengan sedikit modal bahasa Spanyol, dia merayu Rattin untuk meninggalkan lapangan. Pasalnya, wasit yang memimpin pertandingan, Rudolf Kreitlein, memutuskan begitu. Karena hanya tahu bahasa Jerman dan Inggris, ia kesulitan menjelaskan keputusannya kepada Rattin.
Karena kasus ini, Ken Aston kemudian berpikir. Harus ada komunikasi universal yang bisa langsung diketahui semua orang, ketika wasit memberi peringatan kepada pemain atau mengeluarkannya dari lapangan. Dengan demikian, wasit tak perlu harus membuat penjelasan dengan bahasa yang mungkin tak diketahui pemain.
Suatu hari, dia berhenti di perempatan jalan. Melihat lampu lalu lintas, dia kemudian mendapatkan ide. Kemudian, dia mengusulkan agar wasit dibekali kartu kuning dan merah. Kartu kuning untuk memberi peringatan keras atau sanksi ringan kepada pemain yang melakukan pelanggaran. Adapun kartu merah untuk sanksi berat, dan pemain yang melakukan pelanggaran berat itu harus keluar dari lapangan.
Ide itu diterima FIFA. Pada Piala Dunia 1970, kartu kuning dan merah kali pertama digunakan. Ironisnya, sepanjang Piala Dunia 1970 tak satu pun pemain yang terkena kartu merah. Hanya kartu kuning yang sempat dilayangkan sehingga kartu merah tak bisa “pamer diri” pada Piala Dunia 1970.
Meski ide tersebut datang dari wasit Inggris, negeri itu tak serta merta menerapkannya di kompetisi mereka. Kartu merah dan kuning baru digunakan di kompetisi sepak bola Inggris pada 1976. Pasalnya, wasit kemudian terlalu mudah mengeluarkan kartu dan diprotes banyak pemain. Oleh sebab itu, penggunaannya sempat dihentikan pada 1981 dan 1987.
Yang menarik, ide ini diadopsikan di cabang olahraga hoki. Bahkan, kartu-kartu peringatan di cabang ini menggunakan tiga warna seperti lampu lalu lintas: hijau, kuning, dan merah. Hijau untuk peringatan, kuning untuk mengeluarkan pemain sementara waktu, dan merah untuk mengusir pemain secara permanen.Apakah penggunaan kartu merah dan kuning sudah dikenal begitu sepak bola modern muncul? Jawabannya tidak. Kartu merah dan kuning baru diperkenalkan pada Piala Dunia 1970.
Namun, inspirasinya muncul pada Piala Dunia 1966, pada perempat final antara tuan rumah Inggris dan Argentina. Wasit yang memimpin pertandingan itu berasal dari Jerman, yakni Rudolf Kreitlein.
Karena melakukan pelanggaran keras, kapten Argentina, Antonio Rattin, dikeluarkan oleh Kreitlein. Namun, Rattin tak paham apa maksud wasit asal Jerman itu. Dia pun tak segera meninggalkan lapangan.
Wasit Inggris yang ikut bertugas di pertandingan itu, Ken Aston, kemudian masuk ke lapangan. Dengan sedikit modal bahasa Spanyol, dia merayu Rattin untuk meninggalkan lapangan. Pasalnya, wasit yang memimpin pertandingan, Rudolf Kreitlein, memutuskan begitu. Karena hanya tahu bahasa Jerman dan Inggris, ia kesulitan menjelaskan keputusannya kepada Rattin.
Karena kasus ini, Ken Aston kemudian berpikir. Harus ada komunikasi universal yang bisa langsung diketahui semua orang, ketika wasit memberi peringatan kepada pemain atau mengeluarkannya dari lapangan. Dengan demikian, wasit tak perlu harus membuat penjelasan dengan bahasa yang mungkin tak diketahui pemain.
Suatu hari, dia berhenti di perempatan jalan. Melihat lampu lalu lintas, dia kemudian mendapatkan ide. Kemudian, dia mengusulkan agar wasit dibekali kartu kuning dan merah. Kartu kuning untuk memberi peringatan keras atau sanksi ringan kepada pemain yang melakukan pelanggaran. Adapun kartu merah untuk sanksi berat, dan pemain yang melakukan pelanggaran berat itu harus keluar dari lapangan.
Ide itu diterima FIFA. Pada Piala Dunia 1970, kartu kuning dan merah kali pertama digunakan. Ironisnya, sepanjang Piala Dunia 1970 tak satu pun pemain yang terkena kartu merah. Hanya kartu kuning yang sempat dilayangkan sehingga kartu merah tak bisa “pamer diri” pada Piala Dunia 1970.
Meski ide tersebut datang dari wasit Inggris, negeri itu tak serta merta menerapkannya di kompetisi mereka. Kartu merah dan kuning baru digunakan di kompetisi sepak bola Inggris pada 1976. Pasalnya, wasit kemudian terlalu mudah mengeluarkan kartu dan diprotes banyak pemain. Oleh sebab itu, penggunaannya sempat dihentikan pada 1981 dan 1987.
Yang menarik, ide ini diadopsikan di cabang olahraga hoki. Bahkan, kartu-kartu peringatan di cabang ini menggunakan tiga warna seperti lampu lalu lintas: hijau, kuning, dan merah. Hijau untuk peringatan, kuning untuk mengeluarkan pemain sementara waktu, dan merah untuk mengusir pemain secara permanen.Apakah penggunaan kartu merah dan kuning sudah dikenal begitu sepak bola modern muncul? Jawabannya tidak. Kartu merah dan kuning baru diperkenalkan pada Piala Dunia 1970.
Namun, inspirasinya muncul pada Piala Dunia 1966, pada perempat final antara tuan rumah Inggris dan Argentina. Wasit yang memimpin pertandingan itu berasal dari Jerman, yakni Rudolf Kreitlein.
Karena melakukan pelanggaran keras, kapten Argentina, Antonio Rattin, dikeluarkan oleh Kreitlein. Namun, Rattin tak paham apa maksud wasit asal Jerman itu. Dia pun tak segera meninggalkan lapangan.
Wasit Inggris yang ikut bertugas di pertandingan itu, Ken Aston, kemudian masuk ke lapangan. Dengan sedikit modal bahasa Spanyol, dia merayu Rattin untuk meninggalkan lapangan. Pasalnya, wasit yang memimpin pertandingan, Rudolf Kreitlein, memutuskan begitu. Karena hanya tahu bahasa Jerman dan Inggris, ia kesulitan menjelaskan keputusannya kepada Rattin.
Karena kasus ini, Ken Aston kemudian berpikir. Harus ada komunikasi universal yang bisa langsung diketahui semua orang, ketika wasit memberi peringatan kepada pemain atau mengeluarkannya dari lapangan. Dengan demikian, wasit tak perlu harus membuat penjelasan dengan bahasa yang mungkin tak diketahui pemain.
Suatu hari, dia berhenti di perempatan jalan. Melihat lampu lalu lintas, dia kemudian mendapatkan ide. Kemudian, dia mengusulkan agar wasit dibekali kartu kuning dan merah. Kartu kuning untuk memberi peringatan keras atau sanksi ringan kepada pemain yang melakukan pelanggaran. Adapun kartu merah untuk sanksi berat, dan pemain yang melakukan pelanggaran berat itu harus keluar dari lapangan.
Ide itu diterima FIFA. Pada Piala Dunia 1970, kartu kuning dan merah kali pertama digunakan. Ironisnya, sepanjang Piala Dunia 1970 tak satu pun pemain yang terkena kartu merah. Hanya kartu kuning yang sempat dilayangkan sehingga kartu merah tak bisa “pamer diri” pada Piala Dunia 1970.
Meski ide tersebut datang dari wasit Inggris, negeri itu tak serta merta menerapkannya di kompetisi mereka. Kartu merah dan kuning baru digunakan di kompetisi sepak bola Inggris pada 1976. Pasalnya, wasit kemudian terlalu mudah mengeluarkan kartu dan diprotes banyak pemain. Oleh sebab itu, penggunaannya sempat dihentikan pada 1981 dan 1987.
Yang menarik, ide ini diadopsikan di cabang olahraga hoki. Bahkan, kartu-kartu peringatan di cabang ini menggunakan tiga warna seperti lampu lalu lintas: hijau, kuning, dan merah. Hijau untuk peringatan, kuning untuk mengeluarkan pemain sementara waktu, dan merah untuk mengusir pemain secara permanen.Apakah penggunaan kartu merah dan kuning sudah dikenal begitu sepak bola modern muncul? Jawabannya tidak. Kartu merah dan kuning baru diperkenalkan pada Piala Dunia 1970.
Namun, inspirasinya muncul pada Piala Dunia 1966, pada perempat final antara tuan rumah Inggris dan Argentina. Wasit yang memimpin pertandingan itu berasal dari Jerman, yakni Rudolf Kreitlein.
Karena melakukan pelanggaran keras, kapten Argentina, Antonio Rattin, dikeluarkan oleh Kreitlein. Namun, Rattin tak paham apa maksud wasit asal Jerman itu. Dia pun tak segera meninggalkan lapangan.
Wasit Inggris yang ikut bertugas di pertandingan itu, Ken Aston, kemudian masuk ke lapangan. Dengan sedikit modal bahasa Spanyol, dia merayu Rattin untuk meninggalkan lapangan. Pasalnya, wasit yang memimpin pertandingan, Rudolf Kreitlein, memutuskan begitu. Karena hanya tahu bahasa Jerman dan Inggris, ia kesulitan menjelaskan keputusannya kepada Rattin.
Karena kasus ini, Ken Aston kemudian berpikir. Harus ada komunikasi universal yang bisa langsung diketahui semua orang, ketika wasit memberi peringatan kepada pemain atau mengeluarkannya dari lapangan. Dengan demikian, wasit tak perlu harus membuat penjelasan dengan bahasa yang mungkin tak diketahui pemain.
Suatu hari, dia berhenti di perempatan jalan. Melihat lampu lalu lintas, dia kemudian mendapatkan ide. Kemudian, dia mengusulkan agar wasit dibekali kartu kuning dan merah. Kartu kuning untuk memberi peringatan keras atau sanksi ringan kepada pemain yang melakukan pelanggaran. Adapun kartu merah untuk sanksi berat, dan pemain yang melakukan pelanggaran berat itu harus keluar dari lapangan.
Ide itu diterima FIFA. Pada Piala Dunia 1970, kartu kuning dan merah kali pertama digunakan. Ironisnya, sepanjang Piala Dunia 1970 tak satu pun pemain yang terkena kartu merah. Hanya kartu kuning yang sempat dilayangkan sehingga kartu merah tak bisa “pamer diri” pada Piala Dunia 1970.
Meski ide tersebut datang dari wasit Inggris, negeri itu tak serta merta menerapkannya di kompetisi mereka. Kartu merah dan kuning baru digunakan di kompetisi sepak bola Inggris pada 1976. Pasalnya, wasit kemudian terlalu mudah mengeluarkan kartu dan diprotes banyak pemain. Oleh sebab itu, penggunaannya sempat dihentikan pada 1981 dan 1987.

Yang menarik, ide ini diadopsikan di cabang olahraga hoki. Bahkan, kartu-kartu peringatan di cabang ini menggunakan tiga warna seperti lampu lalu lintas: hijau, kuning, dan merah. Hijau untuk peringatan, kuning untuk mengeluarkan pemain sementara waktu, dan merah untuk mengusir pemain secara permanen.